Dampak ergonomi terhadap produktivitas karyawan dan efisiensi kerja

(Sumber: student.ung.ac.id)

JurnalPost.com – Dalam dunia industri modern saat ini, efisiensi dan produktivitas menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Untuk mencapai hal tersebut, teknik industri harus berperan dalam merancang dan mengoptimalkan sistem kerja agar lebih efisien dan produktif. Ergonomi merupakan salah satu komponen penting teknik industri yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut.

Apa itu ergonomi?

Ergonomi adalah disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana mengoptimalkan interaksi antara manusia dan peralatan serta bagaimana mengurangi dampak buruk pekerjaan terhadap kesehatan dan kemampuan manusia. Ergonomi sangat penting dalam bidang teknik industri untuk merancang dan mengoptimalkan sistem kerja agar lebih ergonomis, aman dan nyaman bagi pekerja atau pekerja kantoran. Dalam hal ini, ergonomi mengacu pada karakteristik fisik, psikologis dan perilaku seseorang untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kinerja dan kesejahteraannya.

Apa tujuan ergonomi dalam teknik industri?

Tujuan dari ergonomi adalah untuk mencapai kesehatan, kemampuan dan efisiensi karyawan dan pengguna peralatan yang optimal. Selain itu, ergonomi bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pekerja atau karyawan. Dengan menjadikan tempat kerja menjadi tempat yang nyaman, seperti pencahayaan yang baik, suhu yang nyaman dan tidak adanya kebisingan, ergonomi dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup di tempat kerja. Hal ini mempengaruhi motivasi dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Penerapan ergonomi dapat meningkatkan kesehatan, kemampuan, efisiensi dan kualitas produk, serta mengurangi jumlah cedera dan penyakit yang dapat diakibatkan oleh pekerjaan.

Apa dampak ergonomi terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas?

Ergonomi dalam teknik industri memiliki banyak pengaruh yang dapat membantu karyawan di berbagai perusahaan. Banyak contoh pengaruh ergonomi dalam dunia kerja, salah satunya adalah optimalisasi posisi kerja. Ergonomi dapat mengurangi resiko cedera, penyakit dan kegagalan kerja apabila posisi kerja tidak sesuai dengan postur tubuh. Dengan menggunakan kursi yang ergonomis dapat membantu mempercepat proses kerja dan mengurangi cedera yang dapat ditimbulkan oleh kursi yang tidak sesuai dengan postur tubuh Anda. Contoh kedua adalah pengoptimalan perangkat. Peralatan yang tidak ergonomis dapat menyebabkan cedera, penyakit, dan kegagalan kerja. Peralatan ergonomis yang optimal dan sesuai dengan kemampuan manusia dapat membantu mempercepat proses produksi dan menekan biaya produksi.

Contoh lain penerapan ergonomi dalam teknik industri adalah optimalisasi pengendalian mutu. Pengendalian kualitas yang baik dapat membantu mencegah terjadinya kesalahan atau kekeliruan dalam proses pembuatannya. Ergonomi membantu mengoptimalkan pengendalian kualitas untuk memastikan bahwa produk atau layanan yang diproduksi memenuhi standar yang telah ditentukan. Contoh lain pengaruh ergonomi adalah optimalisasi proses produksi. Ergonomi dapat membantu mengoptimalkan proses produksi, meningkatkan produktivitas dan efisiensi produk olahan. Contoh terakhir dari efek menguntungkan dari ergonomi adalah optimalisasi manajemen inventaris.

Kelebihan atau kekurangan persediaan dapat dihindari dengan pengelolaan persediaan yang efektif. Ergonomi dapat membantu mengoptimalkan manajemen inventaris. Dengan kata lain, ergonomi dapat meningkatkan efisiensi produksi. Dari beberapa contoh tersebut terlihat bahwa ergonomi menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, aman dan efisien, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas pekerja atau pegawai.

Bibliografi :
Gamper, Aleksandra. 2023. Apa itu ergonomi dan faktor manusianya. IEA. Kolumbia
Tirtonegoro, Soeradji. 2023. Pelajari apa itu ergonomi. Klaten

Penulis: Sharon Belinda Salindehmahasiswa Teknik Industri Universitas Airlangga

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *