InJourney Airports merespons kebijakan pemerintah untuk mengurangi jumlah bandara internasional

TEMPO.CO, Jakarta PT Angkasa Pura Indonesia atau Dalam Perjalanan Pihak bandara optimis dengan peraturan Kementerian Perhubungan yang mengurangi jumlah bandara internasional akan memperbaiki sistem kebandarudaraan nasional. InJourney menilai penyesuaian tersebut akan berdampak positif terhadap konektivitas udara dan pariwisata Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 31 Tahun 2024 (KM 31/2024) tentang Penunjukan Bandar Udara Internasional pada 2 April 2024. Melalui keputusan tersebut, jumlah bandara internasional di Indonesia berjumlah 17, menurun dari sebelumnya 34 bandara asli. Sementara pascakeputusan tersebut, Injourney Airports akan mengelola 16 bandara internasional dari total 37 bandara yang dioperasikannya.

Direktur Utama InJourney Airport, Faik Fahmi mengatakan, KM 31/2024 sejalan dengan program transformasi InJourney Airports dalam memajukan struktur bandara di Indonesia. Sebagai pengelola bandara, InJourney berupaya membangun konektivitas udara yang efisien dan efektif untuk mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi melalui pengelolaan ekosistem penerbangan yang baik, termasuk bandara.

“Ada banyak bandara yang berstatus internasional, tapi tidak ada penerbangan internasional dalam jangka waktu lama, atau hanya 2-3 kali dalam seminggu,” kata Faik dalam keterangannya, Minggu, 28 April 2024.

Menurut dia, jarangnya perjalanan ke luar negeri di beberapa bandara internasional menyebabkan inefisiensi dan kurang optimalnya pemanfaatan fasilitas di terminal internasional.

Faik menjelaskan, transformasi bandara diawali dengan mergernya PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II. Nantinya, melalui merger ini, InJourney Airports akan memperkenalkan regionalisasi di 37 bandara yang dikelolanya.

Faik menjelaskan, regionalisasi akan membagi bandara menjadi jamur dan jari-jari. Pola hub and spoke dapat menciptakan konektivitas yang baik dari bandara hingga seluruh wilayah Indonesia, ujarnya. Menurutnya, pola hub and spoke merupakan pilihan terbaik untuk diterapkan pada industri dirgantara global.

Menurut Faik, konsep regionalisasi telah diterima secara luas dan efektif di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat yang memiliki total 2.000 bandara, dan hanya 18 bandara yang berstatus internasional.

Bandara internasional berikut ini dikelola oleh InJourney Airports.

1. Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh

2. Bandara Kualanamu Medan

3. Bandara Minangkabau Sumatera Barat

4. Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau

5. Bandara Hang Nadim Kepulauan Riau

6. Bandara Soekarno-Hatta, Banten

7. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta

8. Bandara Kertajati Jawa Barat

9. Bandara Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta

10. Bandara Juanda Jawa Timur

11. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

12. Bandara Zainuddin Abdul Madjid Nusa Tenggara Barat

13. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Kalimantan Timur

14. Bandara Sultan Hasanuddin Sulawesi Selatan

15. Bandara Sam Ratulangi Sulawesi Utara

16. Bandara Sentani, Papua

MEREKA PANJI NUGRO BARU

Pilihan Editor: Indonesia sedang mendiskusikan investasi infrastruktur olahraga dengan Uni Emirat Arab

klik disini ke mendapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *